utopis.id

Kamar kos tempat perempuan berinisial CC (24) ditemukan tergantung di Kota Batam, Kepulauan Riau. Foto: Bintang Antonio.

Perempuan Muda Tewas Tergantung di Kamar Kos

Bila benar bunuh diri, polisi pun belum mengetahui pasti motif korban nekat mengakhiri hidup. Akan tetapi, menurut kenalan korban, belakangan ini pikiran korban sedang kacau karena putus dengan pacarnya. “Dia sedang patah hati,” katanya. “Dia juga banyak mengonsumsi alprazolam [obat penenang].”

 

Seorang perempuan berusia 24 tahun di Kota Batam, Kepulauan Riau, ditemukan tewas tergantung di jemuran kamar kosnya. Dia tergantung pada sehelai kain. Ada sebuah pesan yang ditemukan: “Minta Maaf Jika Saya Ada Salah.” Tulisan semacam wasiat terakhir itu ditemukan polisi di atas meja rias. “Ditulis tangan [wasiat] pada selembar kertas,” kata Kepala Kepolisian Sektor Lubuk Baja, Komisaris Polisi Budi Hartono, saat dihubungi Utopis, 14 Desember 2022.

 

Jenazah perempuan berinisial CC itu ditemukan pertama kali oleh tukang bersih-bersih indekos sekitar pukul 11.30 WIB. Budi mengatakan, pembersih ini langsung memasuki kamar karena korban tidak menyahut saat dipanggil. “Dia masuk saja karena sudah biasa,” kata Budi Hartono.

 

Hasil pemeriksaan luar sementara, menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh CC. Jenazah korban, kata Budi, sekarang berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau. “Kami sedang menunggu keluarga korban dari pesisir selatan Sumatera,” katanya. “Mereka tiba di Batam besok atau lusa.”

 

Bila benar bunuh diri, polisi pun belum mengetahui motif korban nekat mengakhiri hidup. Akan tetapi, menurut kenalan korban, belakangan ini pikiran korban sedang kacau karena putus dengan pacarnya. “Dia sedang patah hati,” katanya, “kalau menurut teman-teman, belakangan dia juga mengonsumsi alprazolam [obat penenang].”

 

Kenalan korban yang diwawancarai Utopis, tidak bersedia namanya ditulis karena enggan ikut diperiksa polisi, meskipun sebagai saksi. Namun, menurut dia, korban adalah salah satu pekerja tempat hiburan malam di Kawasan Jodoh.

 

Sementara menurut Ismail, Ketua RT 01 Pelita 7, baik korban atau penghuni indekos lain, selama ini tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar. Bahkan dia bilang, korban sampai saat ini tidak terdata sebagai warganya. “Itulah yang kami sesalkan. Pemilik kos tidak pernah melapor, termasuk penghuninya. Informasi tentang korban minim kami ketahui,” kata Ismail saat dihubungi Utopis.

 


Artikel ini telah disunting pada 15 Desember 2022. Sebelumnya kami menulis Kompol Budi Hartono dengan pangkat ajun komisaris polisi.

 

Liputan Eksklusif

Jurnalisme Telaten

Utopis adalah media siber di Kota Batam, Kepulauan Riau. Etos kerja kami berasas independensi dan kecakapan berbahasa jurnalistik.

© 2022 Utopis.id – Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman Utopis.