Liputan Eksklusif

Hari itu air laut tengah surut. Takada debur ombak di sana. Padang pasir karatan terbentang sepanjang pesisir. Perahu-perahu nelayan teronggok di dermaga. Tiang-tiang penyangga pelantar restoran berlumuran minyak hitam setinggi 1,5 meter. Sisa-sisa pencemaran pada Rabu, 3 Mei 2023, masih terasa sangat parah. Meski takada lagi kubang jeli berwarna hitam.

Frengki memenuhi seluruh dinding kamarnya dengan kalimat tidak beraturan yang dia tulis menggunakan kotorannya sendiri. Ada beberapa kata yang dia tulis lebih banyak daripada kata lainnya, yakni “Tuhan Yesus”, “Roh Kudus”, dan “Mengikuti jalan Allah”. Sisanya tulisan berupa alamat, nama seseorang, atau nomor rekening bank. Ketika ditanyakan mengapa dia menulis itu, “Saya dulu datang ke sini pertama kali karena halusinasi itu, menceret-menceret, saya tulislah pakai itu. Pokoknya apa yang saya ingat saya tulis,” katanya.

Tidak ada satu pun bohlam di sana. Sinar matahari menjadi sumber cahaya satu-satunya di dalam sel serupa penjara pada zaman penjajahan berukuran 1,5 x 2 meter itu, yang berjejer di sisi kanan dan kiri lorong. Di dalam bilik sempit itulah para pasien tidur beralaskan lantai. Mereka menyantap makanan dan buang hajat di tempat yang sama. Di dalam sel itu tidak ada kamar mandi, tidak ada air, dan tidak ada kakus untuk berak. Yang ada cuma selokan dengan lubang kecil di pojok kamar. Ada genangan air di lantai, tetapi itu bukanlah air bersih, melainkan air kencing.

Runtuhnya plafon Masjid Tanwirun Naja membuat proyek pembangunan rumah ibadah senilai Rp39 miliar itu diduga telah dikorupsi. Kejaksaan Negeri Batam turun tangan menyelidiki kasus. Badan Pengusahaan (BP) Batam “menyalahkan” alam. Kontraktor yang kalah lelang menyebut proyek yang dimenangkan oleh PT NCT itu sejak awal sudah memboroskan anggaran negara sekitar Rp3 miliar.

NEL event organizer (EO) lewat XYZ Live Ground 2022 berangan-angan membuat acara musik lintas generasi pertama dan terbesar di Batam. Sebuah konser yang menjadi medium pelepas rindu. Namun, pergelaran musik itu justru mengecewakan. Rencana penyelenggara dikacaukan air dan listrik.

Sebuah perusahaan Australia, PT Blue Steel Industries, akan mendirikan pabrik di Kawasan Kabil, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kepada perusahaan penyedia baja ringan itu, pemerintah memberikan lahan seluas 60 hektare, yang sebagian besarnya adalah laut. Seremonial penandatanganan prasasti dilhadiri menteri. Warga kampung tak diberi tahu ihwal reklamasi.

Utopis adalah media siber di Kota Batam, Kepulauan Riau. Etos kerja kami berasas independensi dan kecakapan berbahasa jurnalistik.

© 2022 Utopis.id – Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman Utopis.